![]() |
| Kondisi korban tergeletak tak bernyawa di lokasi kejadian (foto: ist) |
Dompu, Sidik Jari — Seorang buruh tani bernama Yulianus Bole, 32 tahun, ditemukan tergeletak tak sadarkan diri saat bekerja mengangkat batu di Dusun Madapaga, Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (10/8/2026).
Yulianus diketahui merupakan warga asal Kabupaten Sumba Barat Daya. Saat kejadian, dia sedang bekerja di salah satu lokasi galian C milik warga bersama seorang rekannya.
Kapolsek Manggelewa Iptu Zainal Arifin mengatakan polisi menerima laporan mengenai seorang pekerja yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Bhabinkamtibmas Desa Tekasire Aipda Erdan bersama personel piket kemudian mendatangi lokasi.
"Begitu menerima laporan, personel langsung kami arahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Kami juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan kondisi korban dan memperoleh pemeriksaan medis," kata Zainal.
Ditemukan Rekan Kerja
Berdasarkan keterangan saksi bernama Muhammad Marfel, saat itu dirinya bersama Yulianus sedang mengangkat batu. Marfel kemudian meninggalkan lokasi sebentar untuk pergi ke toilet.
Ketika kembali, Marfel melihat Yulianus sudah tergeletak di tanah. Kondisinya disebut seperti sedang mengalami sakaratul maut.
Marfel kemudian berlari menuju permukiman warga untuk meminta bantuan. Dia memberitahukan kejadian tersebut kepada Suherman, yang selanjutnya menghubungi pihak kepolisian.
Personel Polsek Manggelewa yang tiba di lokasi kemudian melakukan penanganan awal dan mengevakuasi Yulianus ke RSUD Manggelewa.
Tak Ada Denyut Jantung
Yulianus tiba di RSUD Manggelewa sekitar pukul 15.20 Wita. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan, termasuk menggunakan elektrokardiogram (EKG/ECG).
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan aktivitas atau denyut jantung. Pemeriksaan medis juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun benturan benda tumpul pada tubuh korban.
Yulianus kemudian dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
Jenazah korban selanjutnya ditempatkan sementara di ruang jenazah RSUD Manggelewa sambil menunggu kedatangan pihak keluarga dari Sumba yang berada di wilayah Bima.
Polisi Periksa Saksi
Polisi masih menggali keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui secara lebih jelas kronologi kejadian. Koordinasi dengan pihak terkait dan keluarga korban juga dilakukan untuk proses penanganan jenazah selanjutnya.
"Kami juga telah meminta keterangan dari para saksi untuk mengetahui kronologi kejadian serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan keluarga korban," ujar Zainal.
Dia mengatakan polisi akan memastikan proses penanganan jenazah berjalan dengan baik dan meminta masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan kejadian tersebut untuk menyampaikannya kepada kepolisian.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur melalui Kasi Humas Polres Dompu Iptu I Nyoman Suardika mengapresiasi langkah personel Polsek Manggelewa yang segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat.
"Respons cepat anggota di lapangan merupakan bentuk pelayanan Polri dalam memberikan rasa aman sekaligus memastikan setiap laporan masyarakat mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya," kata Nyoman.
Dia menambahkan jajaran Polres Dompu terus didorong untuk meningkatkan kecepatan dalam merespons laporan masyarakat dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam setiap penanganan kejadian.
Hingga proses penanganan selesai, situasi di sekitar lokasi dilaporkan tetap aman dan kondusif. (Red)
