Dompu. ---Sidikjari.Com--- Gelombang protes warga dan mahasiswa menghantam Pemerintah Desa Serakapi, Senin (28/09/2026). Masa aksi yang terdiri dari Himpunan mahasiswa dan pemuda Serakapi Dompu bersama masyarakat, menggelar aksi unjuk rasa menuntut perombakan total program kerja dan kepengurusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta mendesak transparansi atas dugaan pemangkasan anggaran Dana Desa sebesar 20 persen selama dua tahun berturut-turut (2025 dan 2026).
Aksi yang berlangsung hangat sejak pukul 09.00 WITA tersebut berlanjut pada proses audiensi di Aula Kantor Desa Serakapi setelah diterima oleh perangkat desa setempat. Namun, suasana audiensi justru memanas akibat sikap keras dari Kepala Desa Serakapi, Mardona, A.Ma.Pd.
Di hadapan massa aksi, Mardona menolak mentah-mentah untuk memberikan data pembanding atas temuan anggaran yang dibawa oleh masyarakat. Bahkan, Kepala Desa mengeluarkan pernyataan konfrontatif di muka umum.
"Biarpun kalian datang dengan membawa parang, saya tetap tidak akan memberi data yang diminta," tegas Mardona bersikeras di dalam ruang audiensi.
Pernyataan menantang tersebut memicu kecurigaan massa aksi terkait akuntabilitas pengelolaan keuangan di Desa Serakapi.
Sementara itu, Ketua BUMDes Serakapi, Wawan, menjelaskan bahwa alokasi anggaran 20 persen Dana Desa tahun 2025 dan 2026 yang dipersoalkan bernilai total Rp167 juta. Menurutnya, dana tersebut dialokasikan untuk program ketahanan pangan.
Wawan mengklaim, pelaksanaan program ketahanan pangan tahun 2025 menghasilkan keuntungan sebesar Rp19.750.000. Namun, untuk alokasi tahun 2026, ia berdalih program tersebut mengalami kerugian akibat gagal panen. Penjelasan ini dinilai massa aksi belum cukup menjawab persoalan tanpa adanya transparansi data laporan keuangan yang sah.
Koordinator Umum Aksi, Diran, menegaskan bahwa mahasiswa dan masyarakat tidak akan berdiam diri atas sikap tertutup Pemerintah Desa Serakapi. Ia melempar tenggat waktu tegas kepada Kepala Desa dan jajarannya untuk segera menindaklanjuti tuntutan warga.
"Apabila tuntutan ini tidak diindahkan, kami pastikan akan kembali menggelar aksi jilid 2 selambat-lambatnya pada minggu kedua dari hari ini," ujar Diran dengan tegas.
Massa mengancam akan membawa jumlah massa yang lebih besar hingga tuntutan perombakan BUMDes dan transparansi alokasi Dana Desa dipenuhi secara terbuka di hadapan publik. (Is).


