-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Online Sidik Jari
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    LSM LERA Kabupaten Dompu, Menilai Pernyataan Direktur PDAM Tidak Logis.

    Redaksi
    23/04/2026, Thursday, April 23, 2026 WIB Last Updated 2026-04-23T07:26:28Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     
    Foto : Direktur PDAM, ketua dan Humas LSM LERA, serta bateri yang terkandung dalam air dari Dam Mila.

    Dompu --Sidikjari.Com-- krisis kwalitas air PDAM kabupaten Dompu yang bersumber dari Dam Mila, dinilai sudah tercemar dan terkontaminasi oleh bakteri sehingga menimbulkan aroma tidak sedap serta mengandung ulat, kini semakin tajam disoroti oleh berbagai elemen masyarakat, terutama dari salah satu lembaga swadaya Masyarakat ternama di Dompu yakni LSM LERA Kabupaten Dompu NTB.


    Pernyataan yang dikeluarkan oleh direktur utama PDAM kabupaten Dompu sebagaimana yang telah dirilis media ini sebelumnya, justru menuai kritikan pedas dari LSM LERA, yang menyatakan bahwa pernyataan Direktur tersebut sangat tidak logis, karena dengan anggaran sebesar Rp.100 juta seharusnya cukup untuk pengadaan kaporit dan tawas.


    Namun pernyataan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dompu, pada media ini sebelumnya menilai bahwa anggaran sebesar Rp100 juta itu tidak cukup untuk pengadaan bahan kimia penjernih air berupa tawas dan kaporit, karena membutuhkan kaporit dan tawas dalam jumlah yang banyak.


    Namun pernyataan itu justru menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat dan publik, karena dengan mudahnya direktur PDAM mengatakan bahwa dana sebesar itu dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan operasional, di tengah persoalan kritis air bersih yang sedang dialami warga.


    Rahman Fauzi selaku HUMAS LSM Lera dengan nada kecewa, menyampaikan beberapa tanggapan publik pada media ini, yang mempertanyakan logika penggunaan anggaran dengan nominal Rp.100 juta tersebut, Kami merasa heran dan tidak terima dengan alasan yang dilontarkan. "Masa anggaran Rp100 juta dianggap tidak mampu untuk melakukan pengadaan kaporit dan tawas?" 

    "Memang seberapa mahal sih harga bahan kimia itu? Emang harganya lebih dari seratus juta?"

    Rabu (23/04/26). Sekitar pukul 14:30.WITA.


    Lebih lanjut pihaknya menilai bahwa nominal Rp100 juta itu adalah jumlah yang besar, dan seharusnya cukup untuk pengadaan bahan-bahan tersebut apabila dikelola dan dimanfaatkan dengan baik dan tepat sasaran.


    Disampaikannya juga bahwa pihaknya Curiga Ada Upaya Menyalahkan Pihak Lain Lebih jauh, dan masyarakat menuding bahwa pernyataan tersebut terkesan dibuat-buat, dan Kami menduga, alasan kekurangan anggaran itu dilontarkan semata-mata untuk menyalahkan pihak lain atau menutupi masalah manajemen internal.


    Pernyataan Direktur itu menurut kami seolah-olah dibuat untuk menyalahkan pihak lain dalam persoalan tersebut, Padahal yang terjadi mungkin saja ada masalah dalam pengelolaan atau justru ada permainan di balik itu," tambahnya.


    Kami berharap PDAM kabupaten Dompu tidak mencari kambing hitam, atau membebankan masalah pada faktor anggaran semata, melainkan lebih fokus bekerja secara profesional dan transparan. "Jangan sampai masalah krisis air bersih ini dibiarkan berlarut-larut dengan alasan yang tidak masuk akal, karena masyarakat butuh solusi nyata, bukan alasan semata" tegasnya. 


    Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu penjelasan lebih terperinci dan masuk akal, serta data pembelian yang jelas dari pihak PDAM kabupaten Dompu, terkait penggunaan anggaran tersebut, masyarakat meminta agar lebih transparan dan akuntabel. (Iskandar)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini