-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Online Sidik Jari
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    BUDAYA UCAPAN TERIMA KASIH YANG KEBABLASAN

    26/02/2026, Thursday, February 26, 2026 WIB Last Updated 2026-02-26T12:08:14Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    BUDAYA UCAPAN TERIMA KASIH YANG KEBABLASAN


    Budaya mengucapkan terima kasih adalah nilai luhur yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Dalam konteks birokrasi dan layanan publik, ucapan terima kasih sering muncul setiap kali ada program bantuan dari pemerintah, termasuk program-program yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bima. Salah satu contohnya adalah penyaluran dana tunjangan terpencil bagi guru di Kecamatan Tambora.

    Pertanyaannya, apakah budaya ucapan terima kasih ini sekadar formalitas, atau memiliki makna yang lebih dalam?


    Apresiasi yang Wajar dan Manusiawi

    Kecamatan Tambora dikenal sebagai wilayah yang secara geografis cukup menantang. Akses jalan, jarak tempuh, serta keterbatasan fasilitas menjadi bagian dari realitas keseharian guru-guru yang mengabdi di sana. Dalam konteks ini, dana tunjangan terpencil bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi dan pengorbanan.

    Ucapan terima kasih yang disampaikan kepada pemerintah daerah atau Dinas Pendidikan dapat dipahami sebagai ekspresi syukur dan penghargaan atas perhatian yang diberikan. Ini adalah sikap manusiawi dan mencerminkan etika sosial yang baik.


    Antara Hak dan Kebaikan Hati

    Namun, di sisi lain, penting juga untuk menempatkan bantuan tersebut secara proporsional. Tunjangan terpencil bukanlah “hadiah”, melainkan hak normatif yang diatur dalam kebijakan untuk menjamin pemerataan kualitas pendidikan. Guru yang bertugas di daerah terpencil berhak memperoleh kompensasi atas kondisi kerja yang lebih berat dibandingkan wilayah perkotaan.

    Jika budaya ucapan terima kasih berkembang secara berlebihan, hingga terkesan bahwa bantuan tersebut adalah kemurahan hati semata, maka ada risiko terjadinya pergeseran makna. Program pemerintah sejatinya adalah amanah yang bersumber dari anggaran publik, bukan pemberian pribadi.


    Membangun Budaya Profesional dan Bermartabat

    Yang perlu dibangun adalah keseimbangan antara rasa syukur dan kesadaran hak. Guru tetap bisa menyampaikan apresiasi secara santun, tetapi juga memiliki pemahaman bahwa tunjangan terpencil adalah bagian dari sistem yang memang dirancang untuk mendukung profesionalisme.

    Lebih dari sekadar ucapan terima kasih, yang paling penting adalah bagaimana dana tersebut benar-benar meningkatkan motivasi, kinerja, dan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Kecamatan Tambora. Apresiasi terbaik kepada pemerintah bukan hanya kata-kata, melainkan kinerja yang semakin baik dan hasil belajar siswa yang meningkat.

    Budaya ucapan terima kasih dalam setiap program bantuan di Dinas Pendidikan Kabupaten Bima adalah cerminan etika sosial masyarakat kita. Namun, budaya tersebut perlu disertai kesadaran kritis bahwa bantuan pendidikan—termasuk dana tunjangan terpencil—adalah hak yang melekat pada tugas dan tanggung jawab profesional guru.

    Dengan demikian, hubungan antara pemerintah daerah dan tenaga pendidik tidak berhenti pada pola “pemberi dan penerima”, melainkan berkembang menjadi kemitraan yang saling menghargai, saling menguatkan, dan bersama-sama memajukan pendidikan di Kabupaten Bima, khususnya di Kecamatan Tambora. (SKR)



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini