-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Online Sidik Jari
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Jalan Menuju Desa Oi Bura Rusak Parah, Guru dan Warga Tambora Pertaruhkan Keselamatan Saat Musim Hujan

    26/02/2026, Thursday, February 26, 2026 WIB Last Updated 2026-02-26T13:24:35Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     



    Kabupaten Bima – Kondisi jalan menuju Desa Oi Bura di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, kembali menjadi sorotan masyarakat. Setiap tahun, terutama saat musim hujan tiba, akses jalan menuju desa yang termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) tersebut berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan pengguna jalan.

    Desa Oi Bura yang berada di wilayah Kecamatan Tambora selama ini dikenal memiliki akses transportasi yang sulit. Jalan utama menuju desa sebagian besar masih berupa tanah dan batu, yang ketika diguyur hujan deras menjadi licin dan nyaris tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.


    Guru Pertaruhkan Nyawa Demi Tugas

    Para guru yang bertugas di sekolah-sekolah desa Oi Bura menjadi salah satu pihak yang paling terdampak. Untuk sampai ke sekolah, mereka harus menembus medan berlumpur, tanjakan curam, serta jalur yang rawan longsor. Tidak jarang sepeda motor terperosok, bahkan terjatuh akibat kondisi jalan yang ekstrem.

    Beberapa warga mengaku pernah terjadi kecelakaan yang nyaris berakibat fatal. Saat musim hujan, perjalanan yang biasanya ditempuh dalam waktu satu jam bisa molor hingga dua sampai tiga jam. Situasi ini tentu memengaruhi kelancaran proses belajar-mengajar di sekolah.

    “Kalau hujan turun semalaman, besok paginya hampir tidak bisa lewat. Motor harus dituntun, kadang jatuh. Kami khawatir, tapi tugas tetap harus dijalankan,” ungkap salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya.


    Warga Merasa Dianak Tirikan

    Masyarakat Desa Oi Bura menilai perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur jalan di wilayah mereka masih sangat minim. Mereka merasa desa tersebut seolah dianak tirikan dibandingkan wilayah lain di Kabupaten Bima.

    Berbagai upaya telah dilakukan warga, mulai dari menyampaikan aspirasi melalui musyawarah desa, proposal resmi, hingga menyuarakan keluhan dalam berbagai forum publik. Namun, hingga kini, perbaikan jalan yang signifikan belum juga terealisasi.

    Menurut tokoh masyarakat setempat, persoalan ini sudah berlangsung sejak kepemimpinan sebelumnya hingga pemerintahan saat ini. Harapan akan pembangunan jalan permanen yang layak terus digaungkan, tetapi realisasi di lapangan belum terlihat jelas.(23/02/26)


    Dampak Ekonomi dan Pendidikan

    Buruknya infrastruktur jalan tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga pada perekonomian warga. Hasil pertanian sulit dipasarkan saat musim hujan karena kendaraan pengangkut tidak mampu melintas. Akibatnya, pendapatan masyarakat pun terpengaruh.

    Sebagai daerah 3T, Desa Oi Bura seharusnya mendapatkan perhatian lebih dalam pemerataan pembangunan. Infrastruktur jalan yang layak merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

    Harapan Akan Perhatian Serius Pemerintah

    Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bima segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki dan membangun jalan menuju Desa Oi Bura secara permanen. Perbaikan tambal sulam dinilai tidak lagi efektif mengingat kondisi geografis Tambora yang ekstrem.

    Pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. Tanpa akses yang layak, mimpi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil akan terus terhambat.

    Kini, masyarakat Desa Oi Bura hanya bisa berharap suara mereka benar-benar didengar, bukan sekadar menjadi janji yang kembali menguap setiap pergantian kepemimpinan. (SKR)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini