Dompu--Sidikjari.com--Sejumlah guru yang namanya tercatat dalam daftar pegawai honorer PPPK paruh waktu yang tidak memenuhi syarat (TMS), berbondong-bondong mendatangi kantor BKD & PSDM kabupaten Dompu, guna menanyakan kepastian dan meminta penjelasan kepada pihak BKD, kenapa nama mereka tercantum dalam daftar TMS.
merasa kesal lantaran kepala BKD & PSDM tidak ada ditempat, beberapa guru dengan perasaan kecewa ada juga yang mengatakan bahwa, mereka akan mengungkapkan para guru honorer yang ada di tempat mereka mengajar yang lolos PPPK paruh waktu siluman.
bahkan ada juga beberapa guru yang hadir dengan nada kekecewaan, mengatakan "kami mengabdi sudah sekian lama, bahkan dari 2014 tidak namun tidak diloloskan, tapi justru yang mengabdi baru beberapa tahun dan tidak memenuhi syarat justru bisa lolos dan datany tidak di TMS oleh tim verifikasi dan bahkan caleg yang gagal dalam pesta demokrasi kemarin, yang jelas-jelas datana tidak memenuhi syarat, tapi malah dinyatakan memenuhi syarat, lalu dimana letak keadilan hari ini.
di tempat yang sama, ada juga yang mengatakan bahwa "kami menduga ada konspirasi antara oknum-oknum BKD maupun dinas Dikpora bersama pimpinan OPD yang ada di kabupaten Dompu, hingga tindakan kejahatan berupa manipulasi data seakan berjalan tanpa ada hambatan yang berarti, dan seakan-akan ini telah di skenariokan dengan baik.
dari pantauan langsung media ini juga ada beberapa guru yang hadir meluapkan ungkapan kekecewaannya ada yang dengan nada lantang, dan ada juga yang menyampaikan ungkapan kekecewaan dengan wajah penuh airmata, hingga memohon kepada pihak BKD untuk melihat kembali berkas-berkas yang mereka ajukan, untuk membuktikan bahwa mereka betul-betul telah memenuhi persyaratan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam aturan tes PPPK paruh waktu 2025 lalu.
hingga jam kerja selesai yakni pukul 17:00 wita, kepala BKD & PSDM yang ingin ditemui sejumlah guru tersebut, tidak kunjung hadir untuk memberikan kejelasan atas data TMS yang telah diposting dalam website BKD & PSDM kabupaten Dompu, dan seakan Kepala BKD terkesan sengaja menghindar dari guru-guru yang datang ke kantor BKD. (Iskandar)


