-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Online Sidik Jari
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Skandal Jual Beli Jabatan, Nama JM Disebut Terang-Tetangan Patok Tarif Fantastis Untuk Jabatan Kepsek.

    Redaksi
    10/09/2026, Thursday, September 10, 2026 WIB Last Updated 2026-09-10T18:32:27Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    DOMPU.,--Sidikjari.Com-- Dugaan praktik haram jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah kabupaten Dompu, NTB, kian menguap di publik, salah seorang oknum tim sukses (timses) Bupati Dompu yakni JM, disinyalir kuat mematok tarif hingga puluhan juta rupiah kepada para guru dalam mengamankan kursi jabatan Kepala Sekolah. 


    Praktik yang mencederai integritas dunia pendidikan ini terbongkar, setelah beredarnya rekaman video yang diunggah melalui salah satu akun Facebook "Reza Dompu" pada Kamis (10/09/2026). Yang memperlihatkan dua orang guru secara gamblang membongkar modus operandi yang melibatkannya. 


    Dalam vidio tersebut, kedua guru itu tak tanggung-tanggung menyebutkan nama JM, beserta jumlah nominal "mahar" Yang dipatok berdasarkan jumlah pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 


    Lebih lanjut, dalam vidio tersebut kedua guru itu juga membeberkan secara klasifikasi tarif yang dipatok oleh JM, antara Rp. 25 juta, hingga Rp. 60 juta. 


    Yang lebih ironisnya lagi, praktik jual beli jabatan ini juga berdampak nyata bagi tenaga pendidik yang menolak tunduk, Salah seorang guru bernama Lukman, dilaporkan terpaksa harus menelan pil pahit karena kehilangan jabatannya (dinonjobkan) usai menolak untuk memberikan uang muka (DP) yang diminta JM secara terang-terangan di area kantor Dinas Dikpora Kabupaten Dompu. 


    Selain itu, nama guru lain diantaranya yakni Safaruddin dan Azis, juga dilaporkan terseret sebagai korban penagihan, 

    ​"Semua Kepsek yang dilantik kemarin diduga telah memberikan uang sehingga mereka bisa dilantik. Jika mereka tidak mengakuinya, saya siap suruh mereka bersumpah," tegas salah satu guru dalam video viral tersebut.



    ​Pemilik Akun Facebook Reza Dompu, saat ditemui sejumlah awak media tepat di area taman kota dompu, mengungkapkan bahwa para guru dalam vidio tersebut, sengaja mendatanginya untuk mengadukan ulah culas oknum timses tersebut yakni JM. 


    Dalam keterangannya Reza dengan tegas dan memastikan bahwa rekaman itu tanpa ada rekayasa sedikitpun, dan itu murni pengakuan langsung dari para korban yang merasa tertindas.


    ​"Itu pengakuan langsung dari sejumlah guru yang mendatangi saya, bukan rekayasa. Yang jelas, kasus ini akan saya ungkap satu per satu," ujar Reza.


    Secara terpisah, JM yang dikonfirmasi oleh sejumlah media melalui via telepon whatsapp, JM menampik keras seluruh tuduhan jual beli jabatan yang mengarah pada dirinya, Ia mengklaim narasi tersebut sebagai fitnah dan mengaku sudah mengantongi identitas oknum guru wanita dalam video tersebut yang diduga berinisial RD.


    ​JM menantang pihak-pihak yang menuduhnya untuk membuktikan fakta atasntudingan tersebut secara hukum. Tak hanya itu, ia mengancam akan membawa pemilik akun Facebook Reza Dompu ke aparat penegak hukum (APH) sekembalinya dari luar daerah.


    ​"Kalau ada bukti bahwa saya mengambil uang mereka, silakan diuji. Saya sudah hubungi ibu RD untuk meminta pertanggungjawaban ucapannya, dan kasus ini akan saya laporkan ke APH," kelit JM.


    ​Skandal ini kini memicu desakan publik agar Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat segera turun tangan membongkar tuntas dugaan persekongkolan serta penyalahgunaan wewenang dalam proses pelantikan Kepsek di Kabupaten Dompu. (Is). 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini