Dompu.--Sidikjari.Com-- Dugaan tindakan mengabaikan atau penelantaran pasien yang dilakukan oleh pihak puskesmas kempo beberapa pekan lalu, kepala puskesmas kempo kini memberikan klarifikasi.
Terjadinya hal tersebut, bukan semata-mata disengajakan, namun dikarenakan besarnya bentuk ke khawatiran pihak keluarga atas keselamatan pasien, dan adanya jenjang waktu konfirmasi antara petugas pelayanan dengan dokter yang bertugas saat itu.
Saat dikonfirmasi langsung awak media ini tepat diruang kerjanya, Rabu.10/06/2026. Sekitar pukul 14:00 Wita, Hermin Yuniarti.SKM., selaku kepala puskesmas kempo, memberikan keterangan klarifikasi secara langsung.
Dikatakannya bahwa, pihaknya tik pernah mengabaikan pasien, apalagi yang menyangkut nyawa manusia.
"Saya atas nama kepala puskesmas kempo kecamatan kempo kabupaten Dompu NTB, terlebih dahulu menyampaikan ucapan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga pasien atas nama ibu ST.Aminah (39 THN), yang diberitakan mengalami penelantaran di puskesmas kempo beberapa pekan lalu. "Ucap kepala puskesmas.
Lebih lanjut, " kami juga menyampaikan bahwa, petugas yang berjaga saat itu, yakni, Bidan salniawati A.md.Keb., Jumaiyah Lulawaliah, S.Tr.Keb, dan Lilis Suryani, S.Tr.Keb. bukan dengan sengaja tidak memberikan tindakan medis, namun dalam memberikan penindakan harus sesuai standar operasional prosedur (SOP), apalagi pasien saat itu dalam keadaan hamil dan memiliki riwayat penyakit. "Tambahnya.
Dijelaskannya juga bahwa, "Dalam memberikan tindakan medis harus ada dokternya, karena dikhawatirkan jika salah dalam memberikan tindakan maka tidak menutup kemungkinan akan berakibat fatal kepada pasien. "Ujarnya.
Menghindari hal demikian, saat itu petugas yang berjaga, mencoba untuk memberikan edukasi dan memeriksa keadaan pasien terlebih dahulu, sembari melaporkan keadaan pasien kepada dokter yang bertugas saat itu yakni, Dr. Affan. "Ungkapnya.
Karena kekhawatiran pihak keluarga akan keselamatan pasien, jadi pihak keluarga langsung secara spontan mengambil tindakan untuk membawa pasien ke rumah sakit Pratama kecamatan manggelewa kabupaten Dompu NTB. Secara mandiri."terangnya.
Namun atas kejadian ini, kami tidak menyalahkan siapapun dan pihak manapun, dan kami sadar bahwa wajar pihak keluarga panik dan menghawatirkan keselamatan pasien. "imbuhnya.
Maka dari kejadian itu kami pihak puskesmas kempo, melalui media ini menyampaikan klarifikasi secara resmi, dan menyampaikan ucapan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pasien dan keluarga, serta kepada publik. (Iskandar).


