Dompu --Sidikjari.Com--Aksi demonstrasi yang dilakukan ratusan pegawai Honorer Non Database BKN Kabupaten Dompu, diwarnai dengan sejumlah keriuhan, hal tersebut dipicu lantaran bupati Dompu Bambang firdaus BBF DJ tak kunjung hadir untuk menemui masa aksi.
dalam aksi tersebut, masa aksi menuntut kejelasan dan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten Dompu untuk memperjuangkan nasib 2920 orang pegawai honorer Non Data base yang telah dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh Pemerintah Daerah, karena selama ini para pegawai honorer yang di PHK secara massal belum tahu kejelasan dan kepastian atas status mereka selaku pegawai honorer yang dirumahkan.
Unjuk pegawai honorer Non Database BKN Kabupaten Dompu yang dirumahkan sebanyak 2.920 orang ini terus bergejolak. Dan hari ini Selasa 20/01/26. Massa yang mengatasnamakan Aliansi Honorer Non Database itu melakukan aksi unjuk rasa yang ke tiga kalinya di depan kantor pemda Dompu, Mereka melakukan orasi di depan Kantor Pemda Dompu dengan harapan bisa bertemu Bupati Dompu dan melakukan dialog secara langsung dan terbuka.
dari pantauan langsung media ini, terlihat juga ada kelompok yang diduga masa pendukung bupati Dompu yang juga hadir di lapangan beringin Dompu, dan berupaya menghadang masa aksi dengan cara arogansi, hingga membuat suasana semakin memanas dan insiden pemukulan terjadi antara masa pendukung bupati dan masa aksi dari aliansi honorer Non Data base, namun untungnya hal tersebut mampu di atasi oleh pihak keamanan yang terdiri fari TNI -Polri, serta anggota polisi pamong praja.
tak berhenti disitu, merasa geram lantaran Bupati Dompu Bambang firdaus tal kunjung hadi, masa aksi nekat memaksa masuk dan menerobos ke dalam aula kantor Daerah kabupaten Dompu, hingga aksi saling dorong antara masa aksi dengan pihak keamanan tidak terhindarkan.
sekitar pukul 13 :15 WITA, ditengah kerumunan masa aksi hadir perwakilan dari Bupati Dompu yakni Penjabat Sekretaris Daerah, H. Khairul Insan, SE., MM, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ardiansyah, SE, Asisten Pembangunan dan Perekonomian, Nukman, SH, PLT. Kaban BKD dan PSDM, Asraruddin, SH. untuk melakukan audiensi dan menerima sejumlah tuntutan aksi.
ditempat terpisah, kordinator umum dalam aksi tersebut yakni Tamrin yang kerap disapa bogan menjelaskan bahwa pihaknya merasa terintimidasi dengan hadirnya premanisme yang diduga dibayar oleh bupati Dompu, dan dirinya bersama sejumlah anggota masa aksi akan melapor permasalahan yang dialaminya ke Mapolres Dompu NTB, karena dalam aksi tersebut dirinya hampir menjadi korban penusukan yang dilakukan oleh para preman,
selain itu, kordinator umum yang diwawancarai oleh media ini juga menyatakan dengan tegas bahwa mereka akan melanjutkan aksi tersebut pada Rabu 21/01/2026 besok, ahlan dengan jumlah masa aksi yang jauh lebih banyak lagi.(Iskandar)


