-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Online Sidik Jari
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    132 Orang Jumlah Guru Tidak Tetap GTT Di SMPN 5 Dompu, 72 Diantaranya Diduga PW Siluman.

    Jari Media Online
    07/01/2026, Wednesday, January 07, 2026 WIB Last Updated 2026-01-07T11:11:09Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    foto: ilustrasi pegawai patuh waktu siluman


    Dompu,---sidikjari.com---Dugaan manipulasi data atas kelulusan 72 guru honorer PPPK paruh waktu siluman di salah satu sekolah yang berada di kabupaten Dompu NTB, kini semakin mencuat, karena dengan angka kelulusan dan jumlah guru yang tidak wajar, sungguh menjadi suatu fakta yang sangat disorot oleh masyarakat dan publik.


    dugaan semakin munguat bahwa di SMPN 5 Dompu tersebut, berdasarkan data pokok pendidik (DAPODIK) jumlah keseluruhan mencapai angka 132 orang Guru Tidak Tetap (GTT), Angka tersebut diduga menempati urutan pertama atau bisa dibilang sekolah tingkat menengah pertama yang menjadi pemecah rekor di Kabupaten Dompu dengan jumlah guru terbanyak.


    Dalam Dapodik tersebut, sangat jelas tertulis nama guru, SK Pengangkatan, TMT Pengangkatan, Jenis PTK, hingga NIK nya pun sangat jelas.


    Berdasarkan data Dapodik, bahwa dari sekian nama guru SMPN 5 Dompu yang lulus PPPK Paruh Waktu tahun 2025 tersebut, tercatat janya sebanyak 23 orang yang memenuhi syayuntuk mengikuti test PPPK paruh waktu tahu 2025, dan sisanya belum memenuhi syarat s bagaimana syarat yang telah oleh KemenPANRB.


    dengan angka kelulusan PPPK paruh waktu di SMPN 5 Dompu yang cukup fantastis, hal itu menguatkan digaan bahwa banyak data yang dimanipulasi dalam pengajuan syarat test PPPK paruh waktu 2025 di SMPN 5 Dompu, dan hal ini diduga kuat sudah melanggar regulasi yang dikeluarkan oleh Kemenpan RB sendiri dan diduga kuat terjadi rekayasa data baik dari absensi hingga SK pengangkatannya.


    Kisman yang dikonfirmasi media ini via pesan WhatsApp pribadinya pada Rabu (07/01/26) sekitar pukul 17.30 wita mengatakan bahwa Dapodik tidak bisa direkayasa, itu tudingan yang tidak mendasar dan terkesan tidak memahami sepenuhnya tentang Dapodik.


    Data Pendidikan atau Dapodik (Data Pokok Pendidikan) merupakan sistem yang dirancang dengan tingkat keamanan dan validasi yang ketat.


    Upaya untuk merekayasa atau memanipulasi data di Dapodik bukan hanya sulit secara teknis, tetapi juga memiliki risiko yang sangat fatal dan tidak boleh direkayasa karena 

    Sistem Validasi Berlapis.


    Selain itu, Dapodik juga memiliki fitur Validasi Lokal dan Validasi Pusat. Jika data yang dimasukkan tidak logis (memunculkan status Invalid) sehingga data tidak bisa di sinkronisasi ke server pusat.


    dan dijelaskannya juga bahwa, jika terjadi kesalahan input, maka langkah yang benar bukanlah "merekayasa" tetapi melakukan perbaikan data melalui prosedur resmi : Verval PTK untuk perbaikan data guru dan tenaga kependidikan. (Iskandar)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini