-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Online Sidik Jari
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Diduga Kuat Kepala Sekolah SDN 25 Woja, Terbitkan SK Bodong.

    Jari Media Online
    25/12/2025, Thursday, December 25, 2025 WIB Last Updated 2025-12-25T22:10:54Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Dompu,-Empat oknum guru yang dikabarkan telah lulus PPPK paruh waktu yang mengabdi di SDN 25 Woja, semakin kuat dugaan bahwa lulus dengan cara yang sangat tidak wajar, pasalnya diketahui bahwa ke empat oknum guru tersebut memiliki SK di tahun 2022 namun nama nya tidak terdaftar dalam Absensi guru di SDN 25 woja. Tahun 2022 dan 2023.

    Seperti yang telah diberitakan media ini sebelumnya, bahwa diduga ada empat oknum guru PPPK paruh waktu siluman, yang berdasarkan informasi dari narasumber media ini yang enggan untuk disebutkan identitasnya dalam pemberitaan. Dan untuk membuktikan dugaannya sumberpun langsung memberikan data valid berupa SK dan Absen hadir guru SDN 25 Woja tahun 2022 dan 2023 untuk membuktikan bahwa hal tersebut benar adanya. 

    Dari data yang dipegang sumber media ini mengatakan bahwa "berdasarkan data yang kami pegang ini sangat kuat dugaan kami bahwa ada konspirasi antara ke empat oknum guru yakni SR, YM, SL dan WH dengan kepala sekolah, hingga ke empat nya bisa ikut test PPPK paruh waktu tahun 2025 lalu dan dinyatakan lulus." Katanya. 

    kami menemukan kejanggalan dalam kelulusan empat oknum guru tersebut, karena berdasarkan dari data yang kami pegang ini, sungguh sangat tidak wajar karena mereka memiliki SK tahun 2022 yang resmi telah ditandatangani oleh kepala sekolah SDN 25 Woja yakni Mahani S. Pd. namun nama mereka justru tidak terdaftar dalam absen di tahun yang sama yakni 2022 dan 2023." Lanjutnya. 

    Kepala sekolah SDN 25 Woja, Mahani, S.Pd yang dikonfirmasi media ini melalui via pesan WhatsApp pribadinya, pada Rabu (24/12/25) kemarin, justru memberikan jawaban yang sangat tidak relevan dengan apa yang ditanyakan, justru meminta agar media tidak mempublikasikan tentang kelulusan ke empat guru tersebut dan meminta agar tidak dipublikasikan tentang siapa yang telah menandatangani surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM). 

    Dikatakannya juga bahwa, pihaknya sudah berusaha membatalkan semuanya tapi justeru nama mereka tetap muncul pada ferivikasi di Dikpora dan BKD PSDM kemudian minta dibatalkan lagi, namun nama mereka tetap muncul lagi.

    "Saya sudah mengajukan surat pembatalan di BKD dan PSDM Kabupaten Dompu dari ke 4 nama mereka ini,"ucap Mahani dalam pesan WhatsApp nya. (Iskandar). 







    Komentar

    Tampilkan

    Terkini