![]() |
| (Foto: Ist) |
DOMPU, sidikjari.com — Puluhan nelayan di Dusun Torowuwu, Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menolak rencana pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kawasan pesisir.
Penolakan disampaikan perwakilan masyarakat nelayan Desa Soro, Bustanul Arifin. Ia mengatakan lokasi yang direncanakan untuk pembangunan PAUD selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas nelayan Dusun Torowuwu.
Menurut Bustanul, kawasan tersebut digunakan nelayan untuk menyandarkan dan menarik perahu, terutama ketika terjadi cuaca buruk dan musim angin barat di Teluk Saleh.
“Lokasi itu tempat para nelayan menyandarkan perahu, tempat masyarakat Dusun Torowuwu menarik perahu kalau ada badai atau saat musim angin barat. Kalau dibangun gedung di situ, masyarakat nelayan mau menaruh perahu di mana?” kata Bustanul saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Selain persoalan ruang aktivitas nelayan, warga mempertanyakan aspek keselamatan anak. Mereka menyebut kawasan pesisir Torowuwu memiliki risiko abrasi dan banjir sehingga meminta lokasi pembangunan PAUD dikaji kembali.
Bustanul berharap Pemkab. Dompu pertimbangkan lokasi alternatif di kawasan permukiman yang dinilai lebih aman dan tidak mengganggu aktivitas nelayan.
“Kami bukan menolak pendidikan. Kami sangat membutuhkan PAUD. Tapi jangan dibangun di bibir pantai. Pindahkan ke lokasi yang aman,” ujarnya.
Penolakan tersebut, kata Bustanul, bukan terhadap keberadaan fasilitas pendidikan, melainkan terhadap pemilihan lokasi pembangunan yang dinilai bersinggungan langsung dengan ruang aktivitas masyarakat nelayan.
Hingga berita ini ditulis, pihak-pihak yang terkait dengan rencana pembangunan PAUD tersebut belum memberikan keterangan atau klarifikasi secara langsung mengenai rencana pembangunan maupun penentuan lokasinya. (Red)
