![]() |
| (Foto: Ist) |
DOMPU, sidikjari.com — Seorang guru SMP Negeri 2 Kempo, Fazru Ahmad, 37 tahun, meninggal dalam kebakaran sebuah rumah kost di kawasan Pasar Soro, Desa Soro Barat, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 18 September 2026 sekitar pukul 11.40 Wita.
Korban yang berdomisili sesuai KTP di Desa Soro Barat itu diketahui sehari-hari mengajar di SMPN 2 Kempo.
Kebakaran diduga bermula ketika korban sedang menggoreng ikan menggunakan kompor gas di dalam kamar kost. Korban kemudian meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. Minyak goreng yang panas diduga memicu api hingga membesar dan membakar bagian dapur.
Korban sempat berupaya memadamkan api. Saat mencoba mematikan saklar lampu, korban diduga tersengat listrik akibat korsleting. Korban kemudian terjatuh dan tidak sempat menyelamatkan diri.
Kapolsek Kempo Iptu Agustamin, S.H., bersama sejumlah anggota mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga.
Saat tiba, korban disebut masih berada dalam kondisi tersengat aliran listrik. Kapolsek berusaha mengevakuasi korban dengan mendorong tangannya menggunakan sebatang kayu.
Namun upaya tersebut membuat Kapolsek ikut tersengat listrik. Ia segera melepaskan kayu yang digunakan untuk menolong korban sehingga berhasil menyelamatkan diri.
“Korban mau matikan saklar, tapi kesetrum. Kapolsek coba menolong pakai kayu, ikut kesetrum juga, tapi langsung melepas kayunya,” ujar seorang warga di lokasi.
Warga kemudian bergotong royong memadamkan api agar tidak merembet ke kios dan rumah di sekitar kawasan Pasar Soro.
Korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Kempo. Namun berdasarkan pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.
Polsek Kempo melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kebakaran. Dari lokasi, polisi menemukan periuk berisi minyak dan ikan yang hangus di atas kompor gas.
Polisi menyebut kebakaran diduga berawal dari kompor gas yang digunakan korban saat menggoreng ikan.
Pihak keluarga, rekan guru, dan siswa SMPN 2 Kempo menyampaikan duka cita atas meninggalnya Fazru Ahmad. Korban dikenal sebagai seorang guru yang berdedikasi.
Polsek Kempo mengimbau masyarakat tidak meninggalkan kompor gas dalam keadaan menyala. Warga juga diminta tidak menyentuh saklar atau perangkat listrik saat terjadi korsleting, terutama dengan tangan basah.
“Segera matikan aliran listrik melalui MCB atau meteran utama dan hubungi petugas apabila terjadi gangguan listrik,” demikian imbauan kepolisian. (Bustanul)
