Dompu --Sidikjari.Com-- pelayanan puskesmas kempo yang dinilai sengaja mengabaikan nyawa ibu hamil dan janin yang diberitakan beberapa pekan lalu, pihak dinas kesehatan kabupaten Dompu NTB belum berani memberikan keterangan secara resmi.
Pasien yang merupakan salah satu masyarakat kempo yakni ST.Aminah (39 THN) tersebut dikabarkan saat itu, mengalami sesak napas dan dalam keadaan hamil besar, namun oleh pihak puskesmas kempo diduga sengaja mengabaikannya dan dibiarkan selama lebih dari satu jam, dan tidak diberikan tindakan apapun.
Kepala bidang pelayanan dinas kesehatan kabupaten Dompu yakni Rostiati Arisandi.Ners. Saat dikonfirmasi media ini melalui via telepon WhatsApp. Selasa 09/06/2026, sekitar pukul 09:30 Wita, mengatakan bahwa dirinya sedang dalam keadaan sakit, dan meminta agar menghubungi bapak Lalu Sukardin S.kep.Ns, selaku PJ fungsional dinas kesehatan kabupaten Dompu.
Namun saat dikonfirmasi di kantor dinas kesehatan kabupaten Dompu NTB, Lalu Sukardin S.kep.Ns, juga mengatakan bahwa dirinya tidak berani memberikan keterangan terkait pelayanan puskesmas kempo yang diduga sengaja mengabaikan pasien tersebut.
"Saya tidak berani memberikan keterangan terkait hal tersebut, dan saya akan komunikasikan dengan pimpinan saya. Ujar pak lalu.
Lebih lanjut, dikatakannya juga bahwa pimpinan nya saat ini sedang tidak berada di Dompu.
"saat ini pimpinan kami sedang menghadiri kegiatan di luar daerah Dompu. "Kata pak lalu.
Salah satu masyarakat desa taa Kecamatan kempo kabupaten Dompu selaku keluarga pasien atas nama ST. Aminah, pada Media ini, meminta agar persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut dan lewat begitu saja, namun harus ada bentuk tindakan tegas dari pemerintah selaku dinas terkait. "Tegasnya.
Informasi dari berbagai sumber media ini yakni masyarakat setempat, juga membenarkan bahwa, selama ini sudah sering kali terjadi hal yang serupa di puskesmas kempo, dan ini bukan kali pertamanya, pihak keluarga meminta agar pemerintah segera memanggil kepala puskesmas kempo.
"Kami selaku pihak keluarga pasien, meminta agar pemerintah dinas kesehatan kabupaten Dompu segera memanggil pimpinan puskesmas kempo, dan memberikan peringatan tegas dan mengambil tindakan, karena ini bukan kali pertamanya terjadi hal seperti ini di puskesmas kempo.
Hingga berita ini dipublikasikan pihak dinas kesehatan kabupaten Dompu NTB, baik kepala maupun pejabat yang mewakili, belum bisa memberikan keterangan secara resmi. (Iskandar).


