-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Online Sidik Jari
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Merasa Ditipu Sponsor TKI, Lima Korban Akan Melapor Ke Pihak Berwajib.

    Jari Media Online
    06/11/2025, Thursday, November 06, 2025 WIB Last Updated 2025-11-07T11:36:24Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Dompu, Sidik jari. Com-
    Salah seorang warga desa taa kec. Kempo kab. Dompu, di duga kuat telah melakukan tindakan penipuan, dengan berkedok sponsor tenaga kerja Indonesia (TKI) dengan negara tujuan yakni Jepang, dan dinaungi oleh LPK HARMONI NTB. 

    Dalam tindakan tersebut, salah seorang korban dari tiga korban yang sudah dikonfirmasi awak media ini melalui panggilan video grup,pada "kamis 6/11/25" menyatakan bahwa pada awalnya mereka di datangi oleh terduga pelaku, SF, di kediamannya masing-masing, Mereka ditawarkan menjadi seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) dengan negara tujuan yaitu negara Jepang. 

    Dalam keterangannya salah satu korban yakni Erwin Saputra, menjelaskan bahwa dirinya benar-benar tidak sadar bahwa dirinya akan menjadi korban penipuan yang dilakukan SF, karena pada awalnya SF menjelaskan pada mereka bahwa "jika kalian berangkat dalam naungan LBK harmonika NTB ini, proses kalian sangatlah cepat dan mudah, namun terlebih dahulu calon TKI harus membayarkan uang sebesar Rp.20.000.000.(duapuluh juta rupiah). Untuk biaya belajar, tempat tinggal, hingga keberangkatan ke negara tujuan. " Ungkap Erwin. 

    Lebih lanjut, Erwin juga mengungkapkan bahwa dirinya telah membayarkan uang sejumlah Rp. 20.000.000. Kepada SF. Dan begitu pula ke empat temannya yaitu Musliadin, radit, samsudin, dan Aldi. 
    namun dengan jumlah yang lebih sedikit yakni masing-masing Rp. 10.000.000. Dengan iming-iming yang sama., 

    Setelah keberangkatan dari kampung halamannya, mereka di bawa ke Mataram yaitu tempat belajar bahasa asing, namun itu hanya berlangsung beberapa hari saja, dan kemudian berpindah tempat, saat media ini juga berupaya melakukan konfirmasi denganterduga, namun terduga SF sulit tuk dihubungi dan ditemui. 

    Dan lebih ironisnya lagi sambung Erwin, setelah berpindah ke tempat tersebut, kami di suruh membiayai fasilitas masing-masing. Sambil menunggu keberangkatan yang tidak jelas itu. 

    Berdasarkan informasi dari korban sebelum kami, mereka juga mengalami hal yang sama seperti yang kami alami. Merasa bahwa ini adalah kedok penipuan, kamipun meminta agar uang yang kami bayarkan itu agar dikembalikan, namun pihak LPK dan sponsor yakni SF tidak mau mengembalikan uang tersebut, 
    Kami selaku korban dalam hal ini, akan melaporkan kepada pihak yang berwajib, agar SF Dan LPK yang bersangkutan dapat diproses sesuai dengan undang-undang dan ketentuan yang berlaku di negara ini."Tutup Erwin. Iskandar
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini