masukkan script iklan disini
Sejumlah masyarakat yang berada di Desa Sorisakolo Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu NTB, mengeluhkan tentang tidak adanya bentuk transparansi dalam proses dan Tata kelola pelaksanaan pembangunan proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, PAMSIMAS. yang ada tepatnya di dusun maulana utara Desa sorisakolo,
karena hal tersebut kini menjadi pemicu adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan anggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum yang menjadi pengurus dalam pelaksanaan dan proses realisasi proyek PAMSIMAS tersebut.
Saat diwawancarai awak media ini pada Kamis, 13/11/25.
Salah satu masyarakat yakni Hendra, yang merupakan warga desa setempat, mengungkapkan bahwa kuat dugaannya bahwa proyek tersebut sudah disalahgunakan oleh oknum-oknum yang terlibat di dalam kepengurusan pekerjaan fisik tersebut.
Lebih lanjut, dijelaskan nya juga bahwa karena proyek PAMSIMAS tersebut tidak ada bentuk keterbukaan kepada masyarakat, baik secara administrasi, maupun tata kelola pelaksanaan nya. Sehingga menimbulkan dugaan dari kami ada permainan yang terselubung didalam pelaksanaannya.
Dilain sisi, pada saat awak media ini melakukan konfirmasi dengan salah satu pengurus yakni Hendi selalu ketua pelaksana melalui via telepon pada kamis 12/11/25, pagi sekitar pukul 08:15, wita, justru langsung dengan nada emosi menuding bahwa awak media ini melakukan intimidasi terhadap mereka, "kalian wartawan tidak ada urusan nya dengan kami, dan saya tau kalian bekerja sama dengan masyarakat untuk mengintimidasi kami" Ujarnya dengan nada tempramen tinggi, dan sekaligus mengancam.
Meski telah diajak untuk berkomunikasi dengan baik dan sopan, namun Hendi justru semakin beringas dengan bahasa-bahasa yang kasar dan nadanya yang tidak sopa, kemudian diapun langsung mematikan telepon nya dengan arogan.
Dibeberapa hari yang lalu sekertaris pelaksana yakni awardin, juga sempat di wawancarai oleh awak media ini, namun dia mengaku bahwa dirinya tidak tahu tentang administrasi dan tatakelo pelaksanaan proyek tersebut, karena semua dipegang kendali oleh ketua yaitu Hendi, bendahara irawan, dan pendampingnya yang kerap disapa bang agus, Bahkan tentang pngeluaran anggarannyapun sekertaris mengaku tidak mengetahuinya.
Salah satu masyarakat juga menyampaikan harapannya agar dalam pelaksanaan kegiatan proyek PAMSIMAS ini masyarakat juga dilibatkan dan dilakukan pemerataan dalam pemberdayaan terhadap SDM setempat, bukan hanya segelintir orang saja yang di pekerjakan, dan pelaksanaannyapun dilakukan secara terbuka dan akuntabel, tidak ada yang disembunyikan lagi dari masyarakat baik administrasi maupun tata kelolanya. Iskandar.

