-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Online Sidik Jari
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GAKADA Desak Polda NTB Ambil Alih Pengejaran DPO Firdaus Sampai Dapat

    02/07/2026, Thursday, July 02, 2026 WIB Last Updated 2026-07-03T03:29:04Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

    Gabungan Kawula Muda Bima Dompu – Pulau Lombok (GAKADA BIDOM-Pulau Lombok) menyambut baik langkah Satresnarkoba Polres Bima yang secara resmi menetapkan Firdaus sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tersangka utama penerima narkotika jenis sabu seberat 535 gram dalam kasus di Desa Talabiu, Kecamatan Woha. Meski demikian, organisasi pemuda ini tetap menegaskan desakan tegas agar Polda NTB turun tangan langsung mengambil alih proses pengejaran hingga Firdaus benar-benar tertangkap.

     

    Apresiasi Penetapan, Namun Belum Cukup

     

    Ketua Umum GAKADA BIDOM-Pulau Lombok, Arif Kurniadin, menyatakan penetapan Firdaus sebagai DPO adalah jawaban yang ditunggu-tunggu masyarakat setelah lebih dari dua minggu penyelidikan. Namun, menurutnya, status DPO di atas kertas belum menjadi jaminan keberhasilan penangkapan, terlebih kasus ini melibatkan jaringan lintas daerah yang luas.

     

    "Kami hargai Polres Bima yang akhirnya menetapkan Firdaus sebagai buronan. Namun, kami tidak ingin pengejaran ini berjalan lambat atau berhenti di tengah jalan. Barang bukti seberat 535 gram bukan jumlah kecil, dan Firdaus adalah otak penerimaan di Bima yang harus segera dipertanggungjawabkan," ujar Arif. Jumat  (3/7/26)

     

    Desakan Pengambil alihan Polda NTB

     

    GAKADA BIDOM menilai keterlibatan langsung Polda NTB sangat diperlukan untuk mempercepat pengejaran dan memutus kemungkinan adanya celah yang memungkinkan Firdaus melarikan diri atau mendapatkan perlindungan pihak tertentu.

     

    "Kami mendesak Kapolda NTB segera mengambil alih atau mengawasi langsung operasi pengejaran ini. Kami ingin Firdaus ditangkap, disidangkan, dan seluruh jaringan yang menghubungkan Mataram, Bima, hingga Tuban di Jawa Timur dibongkar habis. Jangan biarkan DPO ini hanya menjadi simbol tanpa hasil nyata," tegasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini