DOMPU -- Sidik jari .Com-- Keputusan sepihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Dompu yang membatalkan keikutsertaan salah satu atlet andalan dompu yakni Dika Ardiansyah di cabang olahraga Wushu di kls SANDA 52 kg dalam pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2026, menuai kecaman keras, karena hal tersebut dinilai sama sekali tidak berdasar, dan jauh dari aturan yang berlaku, juga menimbulkan kerugian besar bagi atlet yang sudah melakukan mati-matian diri.
Sukriawan, S.Sos., selaku Pelatih PORPROV Wushu Kabupaten Dompu, pada media ini menyampaikan bahwa dengan tegas Pihaknya tidak menerima keputusan tersebut, Ia menegaskan, sampai saat ini tidak ada pemberitahuan ataupun izin tentang izin tanding salah satu atlit tersebut, dan jika memang harus meminta dibatalkan dasar dan penjelasannya.
"Kami sama sekali tidak menerima perlakuan ini, Atlet ini sudah bertahun-tahun - tahun memberikan waktu istirahat, tenaga, pikiran, bahkan biaya sendiri dalam latihan keras demi memperjuangkan nama baik daerah, tiba-tiba namanya dicoret begitu saja tanpa prosedur apa-apa? Ini sungguh tidak adil dan semena-mena," tegas Sukriawan dengan nada kecewa.
Pembatalan yang dilakukan tanpa melalui mekanisme verifikasi dan sidang etika yang berlaku itu dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap hak-hak atli, Akibat terjadinya hal tersebut, atlet tidak hanya kehilangan hak bertanding yang telah diperjuangkan, tetapi juga mengalami guncangan psikologis, rasa kecewa, hilang percaya diri, hingga kekhawatiran semangatnya untuk berprestasi kedepannya
Pihak pelatih juga mengambil dasar hukum serta peraturan organisasi apa yang digunakan oleh jajaran pengurus KONI Dompu dalam mengambil keputusan tersebut, Jika tidak berlandaskan aturan ketentuan yang sah, maka tekad akan menempuh jalur apapun.
Sukriawan mengancam tak akan berhenti sebelum keadilan ditegakkan, Pihaknya akan menempuh jalur keberatan secara berjenjang, dan jika tidak ditanggapi dengan serius, masalah ini akan dilaporkan melalui jalur hukum maupun instansi terkait lainnya, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan agar tidak ada atlit lain juga yang dirugikan dikemudian hari.
Sukriawan juga menyampaikan harapan besarnya kepada Bupati Dompu Bambang Firdaus.SE., agar masalah ini diselesaikan sesegera mungkin dan dapat difasilitasi untuk melakukan mediasi bersama ketua koni Dompu, ketua pengurus cabang wushu Dompu, atlet dan pelatih wushu Dompu.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pengurus KONI Kabupaten Dompu terkait prosedur pelanggaran ini. ( Iskandar )



